Selasa, 25 November 2008

JALAN MENDAKI

Sungguh Kami ciptakan manusia dalam keadaan susah payah
Apakah ia mengira tidak ada sesuatu yang berkuasa atas dirinya?
dia berkata : "aku sudah menghabiskan harta yang banyak"
Apakah ia menyangka tidak ada yang melihatnya?


Tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan mendaki lagi sukar?
Apakah jalan yang sukar itu?

Melepaskan perbudakan
Memberi makan pada hari terjadi kelaparan
Memberi makan pada anak yatim yang ada hubungan kerabat
Memberi makan orang miskin yang sangat fakir
Beriman dan saling berpesan kepada kesabaran dan kasih sayang...


Wallahu a'lam. Cuplikan surah Al-Balad

KONSEP KETUHANAN ISLAM

Islam adalah agama yang mengajarkan bahwa Tuhan hanyalah satu (Esa), tempat bergantung semua makhluk, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tiada satupun makhluk di seluruh alam yang menyamai-Nya. Dialah Sang Pencipta tunggal alam semesta beserta isinya dan segala sesuatu selain diri-Nya adalah ciptaan-Nya.

Dialah yang disebut nama-Nya dengan nama Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak pernah sekalipun mengantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada dihadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi (ilmu/kekuasaan)-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahabesar.

Begitulah ajaran agama samawi yang dibawa para Nabi dan Rasul tentang konsep ketuhanan sejak nabi Adam AS, Daud AS, Ibrahim AS, Musa, AS dan seterusnya hingga nabi Isa AS dan terakhir Nabi Muhammad SAW. Tidak akan pernah berubah konsep ketuhanan tersebut selama-lamanya. Siapapun yang menyebut dirinya beriman kepada Allah, Tuhan Yang Satu apakah ia Yahudi, Nasrani dan Shabi'in* dan beriman kepada hari akhir (hari pembalasan) serta berbuat amal kebajikan, maka baginya ganjaran di sisi Tuhannya, tiada ketakutan dan tiada pula ia bersedih hati. Dia menyebut hamba-Nya yang demikian itu adalah hamba yang muslim (berserah diri) sejak dulu hingga sekarang ini.

Syirik atau mempersekutukan Allah adalah satu-satunya dosa yang sangat besar yang tidak pernah dapat diampuni Allah selama-lamanya, padahal Ia telah menyebut dirinya Mahapengampun dan Mahapenyayang. Dia telah menyediakan azab yang pedih di akhirat kelak berupa siksaan yang kekal bagi siapa saja yang telah mempersekutukan-Nya dengan menyembah selain diri-Nya.

Tiada alasan bagi orang yang telah datang petunjuk-Nya yang nyata tetapi ia tidak mau mengikuti petunjuk tersebut dikarenakan hatinya ditutup rapat-rapat dan tidak mau menoleh sedikitpun kepada apa yang telah diturunkan-Nya berupa kitab yang dibawa para Nabi dan Rasul (Taurat, Zabur, Injil).

Dia telah melaknat umat Yahudi ketika menyebut 'Uzair adalah anak Allah, demikian juga ketika nabi Isa As yang hanyalah seorang manusia diproklamirkan oleh Paulus dan pengikutnya sebagai anak Allah bahkan sebagai Allah itu sendiri (sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan). Tunggal dan esanya Allah adalah benar-benar satu tiada yang lain selain Dia, tidak pernah terbagi serta tidak pula tersamarkan dengan konsep ketuhanan trinitas ataupun trimurti. Dialah Tuhan yang tidak mau disamakan dengan makhluk-Nya yang telah Dia ciptakan. Tidaklah pantas Dia menjelmakan diri-Nya yang begitu agung kepada suatu zat atau makhluk atau seseorang yang Ia ciptakan untuk disebut sebagai Tuhan untuk disembah karena itu akan merendahkan kebesaran dan keagungan-Nya serta menyalahi keesaan-Nya (baik zat, sifat dan perbuatan-Nya), sebagaimana diajarkan oleh para Nabi dan Rasul.

Muhammad SAW adalah seorang manusia yang terpilih memurnikan kembali agama yang dibawa para Nabi sebelumnya, yaitu dengan mengajak hanya menyembah kepada Allah, Tuhan yang satu. Datang dengan membacakan lembaran-lembaran suci (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat sebagian isi kitab-kitab yang lurus (Taurat, Zabur dan Injil). Dan tidaklah terpecah-belah para Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata. Padahal mereka diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata menjalankan agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, yang demikianlah ajaran agama yang lurus (jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan selamanya).



Wallahu a'lam

* shabi'in adalah umat yang mengetahui adanya Tuhan Yang Maha Esa



PENYESALAN

Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya dengan kemuliaan dan kesenangan
dia berkata, "Tuhan telah memuliakanku".
Namun apabila Tuhan membatasi rezekinya, dia berkata "Tuhanku telah menghinaku".

Sekali-kali tidak!
Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
dan tidak mengajak memberi makan orang miskin.
Sementara kamu memakan harta warisan dengan cara yang loba,
dan mencintai harta dengan kecintaan yang lebih.

Sekali-kali tidak!
Apabila bumi digoncangkan berturut-turut (kiamat)
Dan datanglah Tuhanmu diiringi malaikat yang berbaris-baris,
Dan diperlihatkan pada hari itu neraka jahanam, maka menjadi sadarlah manusia
Namun tiada berguna kesadaran itu,
Berkatalah dia,"Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan kebaikan utnuk hidupku",
Pada hari itu tiada seorangpun yang dapat mengazab seperti Azab-Nya,
dan tiada yang mengikat seperti ikatan-Nya.

Wahai jiwa yang tenang!
kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya,
maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku


Wallahu a'lam, cuplikan surat al-fajr